Raldi A. Koestoer | Recently... | Elsewhere | Search | Login |

This is the area where you can put a text about yourself or your blog. You can change the colours and the layout as you like, but please keep the footer link the way the way it is so that other can find the way back to me. Thanks for using this theme, I really appreciate it. This theme is released under those Creative Commons terms of use. And now ENJOY and get blogging!

continue reading this article






fancy

PIDATO PENGUKUHAN 14 FEB 07

7 02 2007

7

BismillaahirahmaanirrahimYang kami hormati,Ketua, Sekretaris dan para Anggota Majelis Wali Amanah Universitas Indonesia
Ketua, Sekretaris dan para Anggota Dewan Guru Besar Universitas Indonesia
Rektor dan para Wakil Rektor Universitas Indonesia
Ketua, Sekretaris dan para Anggota Senat Akademik Universitas Indonesia
Para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan Universitas Indonesia
Para Staf Pengajar dan Karyawan di lingkungan Univ. Indonesia khususnya Fak. Teknik
Para Mahasiswa di lingkungan Univ. Indonesia khususnya Fak. Teknik
Serta para undangan dan hadirin sekalian

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh,

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan berbagai nikmat kepada kita terutama nikmat iman, nikmat sehat dan nikmat ilmu, karena atas rahmat dan berkatNyalah kita semua dapat berkumpul di pagi ini diforum yang terhormat dalam rangka pengukuhan saya dan rekan-rekan saya sebagai Guru Besar Tetap di

Fakultas Teknik Universitas Indonesia,

Dan merupakan kehormatan bagi saya untuk dapat menyampaikan pidato ini dihadapan bapak dan ibu sekalian

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Pidato yang akan saya sampaikan ringkasannya ini berjudul:

PERPINDAHAN KALORSEBAGAI SARANA PEMAHAMAN IPTEK
MELALUI PENDIDIKAN BERKELANJUTAN

Perpindahan Kalor dipelajari sebagai sebuah mata kuliah di beberapa departemen/jurusan dalam bidang teknik. Di banyak tempat diperkenalkan dengan nama mata kuliah yaitu Perpindahan Panas yang berarti bila di telaah lebih lanjut dua kata ini tidak membedakan arti antara heat dan hot. Panas dalam bahasa Indonesia bisa mengandung dua arti, satu berarti kata sifat dan yang lain berarti kata benda, sedangkan Kalor sudah pasti kata benda. Definisi sederhana menyatakan Perpindahan Kalor adalah ilmu yang mempelajari perpindahan kalor dari satu system ke system lain dengan berbagai aspek yang menjadi implikasinya.

Driving force

Adakah diantara anda yang mampu melihat angin ? Kita hanya bisa merasakan kesejukannya tatkala angin bertiup. Demikian juga dengan Kalor, indera mata tidak mampu melihatnya namun kulit kita bisa merasakan panas atau dingin sebagai akibat dari berpindahnya Kalor.Lalu mengapa Kalor berpindah dari satu tempat ke tempat lain ? Sebab utamanya adalah karena adanya perbedaan temperatur. Jadi perbedaan itulah yang menjadi Gaya Penggerak atau Driving Force berpindahnya sejumlah kalor dari satu tempat ke tempat lain. Kalor juga merupakan salah satu bentuk energi sehingga kandungan energi dari sebuah benda atau sistem bisa kita pantau dari indikasi temperaturnya. Pada setiap saat di setiap titik terjadi perpindahan kalor (berarti juga perpindahan energi) di alam ini. Lalulintas energi yang terjadi setiap saat ini sering kurang disadari keberadaannya oleh manusia sehingga bila suatu saat terjadi ‘kemacetan lalulintas kalor’ di tubuh manusia seringkali berarti manusia itu jatuh sakit dan karenanya kita memerlukan polisi lalulintas untuk mengatur, yang dalam hal ini adalah dokter agar si pasien meriang itu bisa sembuh.

Steady-state

Keadaan permanen (Steady state condition) dari sebuah sistem berarti temperatur dari sistem itu tetap tidak berubah dari waktu ke waktu. Namun bukan berarti tidak ada lalu-lalang energi, yang terjadi sebenarnya adalah kalor yang masuk kedalam sistem ditambah dengan produksi kalor di sistem itu sama dengan kalor yang keluar dari sistem itu. Bila tidak ada produksi maka si Input sama dengan si Output, yang indikasinya adalah temperatur yang tidak naik dan tidak turun dari waktu ke waktu. Inilah sebenarnya fenomena alam yang selalu terjadi setiap saat.

Newton’s law of cooling

Dua ratus limapuluh tahun yang lalu seorang pakar fisika menetapkan hukum pertamanya yang dikemudian hari dikenal dengan Newton’s Law of Cooling. Hukum konveksi ini menetapkan bahwa jumlah kalor yang berpindah adalah sesuai dengan perbedaan temperatur dan areal dari tatap muka perpindahan, sebagai konsekuensinya maka muncul koefisien perpindahan sehingga secara dimensional, energi yang pergi dari suatu tempat sama dengan energi yang tiba di tempat lain. Kesetimbangan energi inilah yang menjadi dasar dari semua perhitungan dan rancangan kalor dikemudian hari. Jadi si pakar bukan saja pikirannya tergerak karena tertimpa buah apel di kepalanya (sehingga menemukan hukum gravitasi) namun idenya muncul juga dari setiap kali memasak air untuk minuman hangat di dapurnya.

Bapak dan ibu sekalian yang saya hormati,

Alat Penukar kalor

Ahli Perpindahan Kalor seringkali menggunakan kaca mata heat transfer sehingga semua yang ada didunia ini, semua benda, semua mahluk mati maupun hidup, bahkan semua titik yang eksis di alam semesta ini, adalah sebuah heat-exchanger (Alat Penukar Kalor).Mengapa demikian ? Ya karena itu tadi, setiap saat pada titik itu terjadi lalu lalang energi dalam hal ini kalor (ada yang datang dan ada yang pergi) disamping ada produksinya sendiri baik itu berupa produksi negatif (melepas kalor) atau produksi positif (menambah kalor). Titik kesetimbangan energi sesaat itulah yang diindikasikan oleh sebuah parameter yaitu temperatur di titik tersebut pada saat itu. Sehingga temperatur dapat dianggap suatu keadaan yang menunjukkan level atau tingkatan energi yang dimiliki oleh benda. Dan memang ahli fisika sejak lama menyatakan bahwa semua benda yang berada diatas nol derajat Kelvin memiliki energi. Hal ini juga menunjukkan bahwa definisi temperatur semakin hari semakin berkembang dan meluas pengertiannya melebihi paramater lain. Jaman dahulu ada masyarakat yang menyembah batu, pohon, candi, matahari, awan, langit bahkan sampai sekarangpun ada. Jangan menganggap rendah dulu, karena dengan indranya manusia itu menyensor bahwa pohon atau batu itu berjiwa. Dan sesungguhnya jiwa itu atau ruh bisa dianggap energi yang ada didalam benda itu. Selama benda itu berada pada temperatur diatas nol derajat Kelvin maka dia mempunyai energi. Heat-Exchanger (Alat Penukar Kalor) adalah sebuah peralatan industri yang merupakan nama umum (generic) bagi peralatan dimana fungsi utamanya adalah mempertukarkan berarti juga memindahkan kalor dari satu sistem kedalam sistem lain. Nama ini kemudian berubah sesuai dengan fungsi alat tersebut misalnya Steamer, steam generator, boiler, reboiler, condenser, evaporator, heater, pre-heater, superheater, vaporizer, fire-heater, distiller, extractor, contacter, cooler, intercooler, aircooler, chiller, dryer, spray dryer, vacuum dryer, separator, humidifier, dehumidifier, gasifier, receiver, radiator, furnace, burner, incinerator, cooling tower, Storage tanker, cooker, toaster, Air-Conditioner, refrigerator, freezer.
Percayalah masih ada seribu nama lagi yang belum disebutkan disini.Peralatan diatas adalah peralatan standar yang ada di dunia industri. Kebutuhan akan Sumber Daya Manusia yang mampu untuk menangani alat itu saja demikian banyak dan dibutuhkan untuk semua tingkatan dari mulai klerk sampai yang expert. Masih sebanyak itu pula yang kita butuhkan di bidang industri kesehatan dan farmasi, industri makanan dan obat-obatan. Dan satu lagi yang amat disayangkan, untuk negara kita, yaitu industri teknologi pasca-panen. Untuk ini seharusnya pengembangan SDM yang terkait dengan alat ini juga dimulai dari sekolah-sekolah pertanian sebagai basisnya. Pengembangan Teknologi Tepat Guna seperti halnya dengan apa yang telah dikembangkan negara-negara tetangga kita Thailand, Malaysia, India, Pakistan dan Bangladesh, patut menjadi perhatian kita untuk tetap dikembangkan.

Bapak dan ibu sekalian yang terhormat,

Pandangan tentang hibah penelitian

Banyak program hibah penelitian, sekarang ini, yang diselenggarakan oleh berbagai instansi baik Diknas maupun Kementrian Negara Ristek ataupun juga Universitas dan badan-badan swasta. Di satu sisi kelihatannya amat positif karena kehidupan penelitian mulai tumbuh di negara ini, peneliti muda mendapatkan jalan untuk jalur pemantapan. Namun dilain sisi peneliti senior kelihatannya mengandalkan mata pencariannya dari situ, para jago-jago proposal bertanding di arena yang itu-itu juga seperti pemburu yang berburu di kebun binatang. Sebaiknya kalau sudah 2 kali dapat proyek penelitian, maka arena pertandingannya harus pindah atau meningkat, terutama ke dunia internasional. Atau usahakanlah agar penelitian itu menetas menjadi produk yang bisa bersaing di pasar bebas. Tentu membawa hasil penelitian yang awalnya berupa prototipe menjadi produk yang siap bersaing dipasar tidaklah mudah. Tapi itulah tantangannya.

Hasil penelitian (dan pengembangan) sendiri seringkali sulit untuk dikatakan salah atau benar. Atau tepatnya tidak ada yang bisa menghakimi apakah hasil yang diperoleh bagus atau tidak, kebanyakan semua hanya saling menghargai pekerjaan sesama kolega peneliti. Guru besar yang cerewet dan ngomong sembarangan biasanya malah lebih benar dengan kritiknya yang tanpa basa-basi. Metodologi penelitian yang akurat, perlahan dan biasanya dengan jalan panjang menuju hasil tanpa pretensi apa-apa sebelumnya, inilah yang biasanya menunjukkan kualitas penelitian yang sebenarnya. Hasilnya seringkali membuka fenomena alam baru yang tak terduga. Dosen atau peneliti yang sering ber-refleksi dalam mengkaji hasil yang sebenarnya sedikit demi sedikit perilakunya akan berubah karena tahu diri diposisi mana sebenarnya dia berada.

Quantum Learning

Sehubungan dengan pendidikan dan pembelajaran dengan sistem konvensional di dalam kelas, problemnya adalah bagaimana agar tercipta situasi yang menyenangkan ? Atau paling tidak murid tidak stress dari waktu ke waktu. Bagaimana agar peserta didik bisa belajar dengan gembira dan target kurikulum tercapai. Karena itu guru atau dosen harus kreatif mengembangkan metode mengajar dengan caranya sendiri-sendiri. Sehingga transfer pengetahuan dan perilaku itu terjadi bukan saja dari guru ke murid tapi juga antara sesama murid. Dan harus diingat bahwa transfer of attitude sama pentingnya dengan transfer pengetahuan. Bila demikian adanya maka tidak akan ada murid yang terlambat dan tidak ada murid yang buru-buru lari keluar kelas bila bel usai berbunyi, karena semua masih akan tekun bekerja sekalipun waktu telah habis. Pendekatan Quantum Learning menempatkan kembali posisi pendidikan lebih cenderung berpihak kepada kepentingan siswa. Dan memang sebenarnyalah bahwa semua gedung dimana kelas-kelas itu berdiri, semua sarana dan fasilitas, termasuk laboratorium, komputer, pusat kesehatan, gymnasium, semua itu ada untuk kepentingan peserta didik. Tanpa mereka dosen itu bukan apa-apa dan semua sarana dan fasilitas itupun tak ada artinya. Pendidikan sekarang lebih banyak dilihat sebagai proses pembelajaran yang tiada henti. Kacamata guru tidak lagi banyak digunakan namun kaca mata murid lebih diutamakan bahkan dengan variasi warna yang lebih banyak. Tujuan pendidikan tidak lagi mengerucut tinggi tapi melebar dan berdimensi banyak. Landasan budi-pekerti tetap menjadi struktur fundamental. Seninya adalah bagaimana mengimplementasikan itu semua dalam satu kendaraan yang bernama sekolah. ”Real life is a good school” ini adalah pernyataan seorang penyanyi kita yang telah sukses di mancanegara. Berarti adaptasi terhadap kehidupan nyata menjadi persoalan penting dan jangan pernah diabaikan dengan selalu menganggap bahwa pendidikan didalam ruang kelas selalu menjadi tolok ukur keberhasilan.

—ooo—

Kiranya perlu dicukupkan sampai di terminal ini, lintasan perjalanan dari pemahaman tentang sebuah mata kuliah dengan judul Perpindahan Kalor, menjadi keterlibatan terus menerus dengan dunia pendidikan yang saya yakini menjadi inti pokok kemajuan sebuah bangsa.

Rasa terimakasih yang tak berhingga saya sampaikan berkaitan dengan pengukuhan sebagai Guru Besar ini kepada:

Ibu saya Mentes Suryadi (Alhamdulillah kalau bisa hadir di usia 84 tahun). Saya sulit membayangkan perjuangannya membesarkan 11 anak dan 7 diantaranya alumni UI. Beliau sudah tidak bisa lagi mendengar saat ini namun doa dan limpahan kasih sayang untuk kami masih terasa di hati.
Bapak saya almarhum Koestoer Partowisastro, yang selalu menanamkan pentingnya pendidikan dan pentingnya kejujuran. Kakak saya tertua Mas Yanto dokter spesialis anak lulusan UI juga.
Istri saya, Harlina Alwi praktisi properti dan real-estate dan sekarang menjadi penulis amatir untuk berbagai milis di internet sebagai hasil dari kesetiaannya mendengarkan ceramah saya disaat sarapan pagi, Wahyu Perdhana (anak), Lulu Shafira (anak), Carla Daunton (menantu).
Kakak dan adik kandung saya yang lain, kami 11 bersaudara saya nomor 8, Mas Yanto (tertua), Mbak Ati, mas Cahyo, mbak Tuti, mbak Rini, mbak Sri, mas Tanto, Ida, Indra dan Nungki (termuda).
Tiga-empat tahun yang lalu saya sudah tidak memiliki semangat untuk mengumpulkan kredit menjadi Guru Besar, namun atas dorongan semangat yang tak putus dari rekan muda akhirnya terkumpul juga. Saya perkenalkan:
Nandyputra Dr Ing, murid asuhan dari Prof Dr Wilfried Roetzel dari Universiteit der Bundeshwer Hamburg yang dengan sabar membantu mengumpulkan berkas dan dokumen saya yang cerai berai, sekaligus saat ini sebagai pewaris Kepala Lab Perpindahan Kalor FTUI (tugas masih banyak ya..).
Achmad Rizali Gaffar, pakar dan konsultan pendidikan, (biasa gentayangan di Sampoerna Foundation) mitra dalam berdiskusi dan beraktivitas dibidang pendidikan.
Dosen-dosen saya diantaranya Nakula Prof, Sularso MSc, Sri Bintang P Dr Ir, Suhari Sargo Ir, SY Suparto Ir, Slamet Dirham Ir. , Suwardi Prof (Alm).
Kolega staf Pengajar di Fak Teknik UI dan khususnya di Dept Teknik Mesin.
Dan lain-lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

Terimakasih sekali lagi dan

Wassalamualaikum WW.

categories Published under: Lain-lain, Pendidikan, Quantum Learning
Tags:


Leave a message or two

This post was written on the Wednesday, February 7th, 2007 at 4:30 pm and categorized under Lain-lain, Pendidikan, Quantum Learning. You can follow the ongoing discussion by subscribing to the RSS 2.0. You can leave a reply, or Trackback.


7 comments so far



  1. ron wrote on 01. December 2014 at 12:10 am o'clock                  

    sharks@offsaddled.rumford” rel=”nofollow”>.…

    ñïñ çà èíôó!!…

  2. freddie wrote on 12. December 2014 at 10:00 am o'clock                  

    fission@swifts.wops” rel=”nofollow”>.…

    ñïàñèáî….

  3. ian wrote on 13. December 2014 at 4:23 am o'clock                  

    incinerator@wac.cozier” rel=”nofollow”>.…

    ñïñ çà èíôó!!…

  4. Brad wrote on 18. December 2014 at 6:55 pm o'clock                  

    complicity@funny.peaches” rel=”nofollow”>.…

    tnx….

  5. Daniel wrote on 02. February 2015 at 4:45 pm o'clock                  

    multitudes@secrets.sloshed” rel=”nofollow”>.…

    tnx….

  6. Dennis wrote on 02. February 2015 at 5:17 pm o'clock                  

    romances@depths.anthropologists” rel=”nofollow”>.…

    tnx for info!!…

  7. Sean wrote on 04. February 2015 at 1:11 am o'clock                  

    definitions@margaretville.seafarers” rel=”nofollow”>.…

    thank you!…

Name (required)

Email (required)

Website



XHTML: The following tags are allowed:

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Please leave a comment








  • Categories

  • Tags

  • Archives