Raldi A. Koestoer | Recently... | Elsewhere | Search | Login |

This is the area where you can put a text about yourself or your blog. You can change the colours and the layout as you like, but please keep the footer link the way the way it is so that other can find the way back to me. Thanks for using this theme, I really appreciate it. This theme is released under those Creative Commons terms of use. And now ENJOY and get blogging!

continue reading this article






fancy

Paten Tidak Selalu Bermanfaat..

10 09 2007

7

Paten Tidak Selalu Bermanfaat..
(Wirausaha Produk Alat Kesehatan Lokal)

Oleh: Fauzan M’00, Budi M’97, Bram Mt’86, Raldi M’73

Sebagai hasil pengembangan penelitian di Laboratorium Perpindahan Kalor Departemen Teknik Mesin FTUI, saat ini telah beredar di pasaran dalam negeri peralatan kesehatan Inkubator bayi dengan merk MEDIXE. Berbagai persoalan birokrasi di awal kegiatan wirausaha, sekalipun saat ini UI sudah memasuki era BHMN, menyebabkan produk ini akhirnya didiseminasi di luar kampus. UKM ini dirintis di bawah bendera PT Medixe Sekawan Utama.
Mulai berdiri tanggal 1 Desember 2005, dengan order pertama datang bulan April 2006, memasuki tengah bulan Agustus 2007 ini sudah ada 30 an unit beredar di Jawa Tengah, Jawa Barat, Maluku, Sumatra Selatan. Dan yang agak aneh, di Jakarta hanya laku satu unit. Pekerjaan –job order- ini tentu belum bisa menghasilkan profit yang berarti. Sejauh ini hanya menghidupkan usaha secara statis dari minggu ke minggu.
Berbagai pameran telah diikuti baik di Jakarta maupun di kota lain misalnya Surabaya, Makasar, Samarinda. Banyak usaha telah dilakukan dalam menanggulangi masalah permodalan. Beberapa bank telah didatangi dengan berbekal Rancangan Bisnis, semua menjawab:” Rancangan anda ini bagus dan sangat menjanjikan, kami bersedia membiayai asal ada agunan.” Begitulah jawaban klise yang selalu kami terima, rupanya belum ada skim lain untuk UKM sekalipun sudah didengungkan oleh pemerintah bahwa bantuan sudah dan akan dikucurkan untuk UKM.
Investor individual telah dijajaki namun sejauh ini masih nihil hasilnya. Berbagai kesempatan dalam program pemerintah telah dicoba diantaranya ikut kompetisi dan mengajukan proposal ke Departemen Koperasi dan UKM, presentasi dan uji kualifikasi sudah dilakukan. Tentu proposal kami lebih baik dari yang lain, karena yang lain bikin proposal saja tidak bisa. Tunggu punya tunggu dana dari departemen tidak kunjung turun, sampai akhirnya dengan berbisik mereka mengatakan:” Dananya sudah habis untuk keperluan lain.”
Paten terus diurus dengan bantuan teman yang bekerja di konsultan paten (thanks to Begi n Lexi). Dalam satu pembicaraan telpon dengan seorang asesor, muncul permintaan yang tidak dapat kami penuhi. Walhasil berkas paten terpaksa harus dirombak total. Atas anjuran teman konsultan, lebih baik kami menunggu waktu sedikit lama sampai ada pergantian asesor, baru berkas dilanjutkan lagi. Sekarang ini sudah berlangsung satu setengah tahun, berita terakhir katanya berkas kami dilanjutkan. Bekal kami sekarang ini hanya surat aplikasi paten saja, namun hal ini tidak menghalangi kami untuk berproduksi. Pokoknya jalan terus.
Order kecil-kecilan yang datang memelihara semangat kami karena dengan itu kami tahu bahwa alat ini memang dibutuhkan oleh masyarakat. Dari dua tipe yang dikembangkan di awal, -High-end type-, ini untuk bersaing dengan produk Eropa dan Jepang diperuntukkan bagi RS besar dan ‘sok mahal’, – Low-essential type – yang ini untuk masyarakat kecil, murah untuk bidan RSIA dan puskesmas. Tipe terakhir inilah yang banyak laku. Dengan demikian nyatalah bahwa masyarakat memang membutuhkannya.
Beberapa pertanyaan yang muncul dalam pameran bisa dilukiskan menggambarkan tanggapan bebagai kalangan, misalnya bila yang tanya peneliti dari litbang atau dosen perguruan tinggi, “ Sudah dipatenkan atau belum produk ini ?” Tentu kami jawab sudah dipatenkan dan hal ini tak menarik perhatian kami. Untuk apa dipatenkan kalau tidak menjadi entitas bisnis. Mungkin karya seseorang perlu jua dipatenkan satu, hanya untuk menunjukkan bahwa seseorang itu bisa atau pernah punya paten. Paten produk kimiawi, obat atau merk mungkin memang bisa laku dengan cepat. Rupanya peneliti menganggap bahwa semua itu harus dipatenkan supaya tidak ditiru orang, padahal bila ada orang yang meniru bagi kami tidak ada masalah, bahkan kami bersedia mengajarkan dengan gratis kepada siapa saja anak bangsa yang ingin tahu teknologi apa saja di dalamnya dan bagaimana merealisasikannya menjadi sebuah hasil produk manufaktur. Sebenarnya tidak ada yang istimewa. Dan setelah dijalani beberapa lama ini mungkin tiap 6 bulan kami berganti atau menambah model dan selalu ada modifikasi karena permintaan pelanggan. Jika demikian halnya untuk apa dipatenkan ? Mungkin perlu juga kalau sudah produksi masal. Dari awalnya hanya 2 tipe inkubator sekarang Medixe sudah berkembang secara horizontal menjadi produk Neonatal (bayi baru lahir) di antaranya Phototerapy, bilirubin bed, radiant Infant warmer, Inkubator transpor. Cita-cita jangka pendek 3 tahunan adalah mempunyai unggulan utama produk NICU (Neonatal Intensive Care Unit).
Justru saat pameran di Ristek Serpong, Wakil Presiden bapak Jusuf Kalla dengan tegas bertanya, “ Sudah laku berapa barang ini ?” Fauzan dengan senang menjawab “ Duapuluh pak.” Tetapi sesudah itu apa bantuannya untuk usaha kecil ? Program bantuan pemerintah baru sebatas berita di koran saja, belum menjadi kenyataan.
Problem yang ada jelas di pemasaran. Mau bayar salesman tidak mampu, bikin divisi pemasaran apalagi. -Low cost marketing- dengan sendirinya menghasilkan -small order- saja. Bila ada yang bisa bantu menghubungkan kami dengan para -decision maker- di bidang kesehatan, -please contact us as soon-.
Medixe terus ingin maju membawa bendera lokal, siap untuk produksi massal dan siap untuk ekspor. Yang penting usaha tetap dijalankan sebisa mungkin Allah jua yang akan menentukan segala sesuatu.
CINTAILAH PRODUK LOKAL, seperti juga Jepang dan yang sekarang ini Korea. Pabrik mobilnya bisa bersaing yang utama karena dibeli oleh pemerintahnya sendiri.
(mfauzans@yahoo.com, ramaditabudhi@yahoo.com, abdinagoro@yahoo.com, koestoer@eng.ui.ac.id , Ral edited 27/08/07…Maaf bila ada cross-posting).

categories Published under: inkubator, paten, produk, wirausaha


Leave a message or two

This post was written on the Monday, September 10th, 2007 at 12:10 pm and categorized under inkubator, paten, produk, wirausaha. You can follow the ongoing discussion by subscribing to the RSS 2.0. You can leave a reply, or Trackback.


7 comments so far



  1. Max wrote on 17. November 2014 at 11:02 am o'clock                  

    conversant@paneling.finale” rel=”nofollow”>.…

    ñïñ!!…

  2. randy wrote on 21. November 2014 at 1:39 pm o'clock                  

    tillich@congregationalists.bonds” rel=”nofollow”>.…

    áëàãîäàðñòâóþ!!…

  3. jimmie wrote on 23. November 2014 at 3:07 pm o'clock                  

    closest@tinkled.frankford” rel=”nofollow”>.…

    ñïñ!…

  4. alfredo wrote on 18. January 2015 at 8:41 pm o'clock                  

    splintered@charlottes.barsacs” rel=”nofollow”>.…

    ñïñ!!…

  5. Calvin wrote on 03. February 2015 at 11:58 pm o'clock                  

    collecting@fergusson.darlene” rel=”nofollow”>.…

    tnx for info!…

  6. craig wrote on 05. February 2015 at 4:20 pm o'clock                  

    jesuit@shear.piazza” rel=”nofollow”>.…

    ñïñ….

  7. dale wrote on 05. February 2015 at 4:52 pm o'clock                  

    flagellation@cavalry.heightening” rel=”nofollow”>.…

    tnx….

Name (required)

Email (required)

Website



XHTML: The following tags are allowed:

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Please leave a comment








  • Categories

  • Tags

  • Archives