Raldi A. Koestoer | Recently... | Elsewhere | Search | Login |

This is the area where you can put a text about yourself or your blog. You can change the colours and the layout as you like, but please keep the footer link the way the way it is so that other can find the way back to me. Thanks for using this theme, I really appreciate it. This theme is released under those Creative Commons terms of use. And now ENJOY and get blogging!

continue reading this article






fancy

Show band di Romeo’s café

14 02 2008

0

Show band di Romeo’s café

Sunday 17 Sept 06
Latihan musik untuk 20 lagu ? Baru kali ini setelah 3 tahun ikut jadi member the Prof rasanya kami practice seberat ini. Dulu-dulu paling banyak rasanya 14 lagu. Kali ini katanya 2x show mengiringi para dokter berdansa. Di sponsori oleh group pabrik obat Combiphar acara dimulai jam 7 malam dengan ceramah dari Prof Sarlito. Teman main band ini bicara tentang -Sex accros culture- tentu isinya cukup menarik perhatian pengunjung yang kebanyakan para dokter dan istri. Jadi ini rupanya jaman sekarang presentasi ilmiah tempatnya bukan selalu di ruang seminar atau didalam kelas Perguruan Tinggi, tapi sudah merambah ke cafe. So what ? Nggak apa-apa kan presentasi dilakukan di cafe what’s wrong with that ? This is a new model or a new lifestyle in metropolitan.
Paparan kedua oleh dokter spesialis saya lupa namanya. Kita langsung saja ke paparan yang ketiga yaitu Prof Ikhramsayah yang juga merupakan penyanyi band kami the Prof. Kelihatannya beliau inilah yang jadi bintang seminar ahli obstetric-gynaecology vascular. Yang disampaikan tentang hormon Estrogen. Yang setelah saya simak baik-baik memang sangat berpengaruh terhadap kehidupan seksualitas maupun juga terhadap osteoporosis. Itulah sebabnya tadi waktu datang di pintu masuk saya lihat poster gede tentang obat Osteopor. Pertanyaan yang diajukan oleh audiens cukup gencar. Pendeknya jam 9 presentasi ilmiah selesai dilanjutkan dengan acara musik band.
Guyz.. emang gak percuma latihan keras untuk 20 lagu dari mulai waltz, swing, rumba, jazz, Rock and Roll. Ternyata mulai dari lagu pertama saja para dokter ini sudah langsung turun berdansa dan ada 2 pasang yang berdansa dengan bagus sekali dan kelihatannya pro sekali. Karena perubahan dari satu lagu ke lagu lain boleh dikatakan langsung kalo loncat irama dari waltz ke rumba misalnya, drummer kita si Yayang kelihatannya selalu problem. Tapi memang susah koq jadi saya sih maklum aja.
Setelah jalan sembilan lagu rencananya sih band brenti, tapi ternyata ada beberapa orang yang ingin nyanyi. Jadi majulah mereka bernyanyi diiringi band the Prof. Diantaranya ada yang tidak bisa nyannyi jadi aja start dengan cara yang salah jadi dia malah mulai dengan reffrain. Tapi kan acara cukup santai jadi sikat terus aja. Ternyata itu aja sudah cukup panjang jadi kayanya memang sudah tidak perlu main ke 2x, toh setelah itu para dokter kelihatannya pada langsung pulang.
Back to the beginning, tadi saya datang jam 0550 dari rumah sudah start jam 5 tapi lalulintas ternyata cukup padat jadi lambat dijalan baru 0545 sampai dikawasan SCBD. Demikianlah biasanya anak band datang sebelum acara dimulai untuk berbagai keperluan. Kami karena tidak punya teknisi jadi harus check-sound sendiri sebelum acara dan kali ini sekalian latihan sebentar karena banyak lagu yang musti dibawain. Kehidupan belakang panggung seperti ini yang biasanya orang tidak betah. Istri saya kalo nunggu begitu kayanya bosan jadi dia jarang ikut. Tapi beberapa teman kadang istrinya ikut tapi jadi sering kelamaan nunggu. Kalau mas Harry (pelatih) istrinya Een ikut karena sekalian jadi penyanyi kadang anaknya satu atau dua yang sudah remaja suka diajak serta. Ditengah latihan, waktu maghrib telah tiba. Saya tanya sama waitress apakah ada mushola untuk sholat, karena setahu saya di beberapa cafe disediakan mushola yang bagus. Tapi disini ternyata keadaannya berbeda. Musholanya sangat menyedihkan karena sebenarnya ruang solat itu tidak disediakan jadi atas inisiatif karyawan sendiri, dipakailah pojok ruang ganti pakaian yang hanya muat 2-3 orang saja untuk solat. Tapi nggak apa lah yang penting kan kita tunaikan dulu kewajiban kita. Setelah solat maghrib saya join lagi latihan.
Sekelumit kehidupan panggung ini telah saya jalani sejak 3 tahun yang lalu. Order manggung ini rata-rata ada satu bulan sekali kadang juga lebih. Paling jauh kami pernah show di Surabaya (lihat tulisan saya terdahulu akhir tahun 2005, kalau belum lihat nanti saya posting). Tentu ada nuansa dan kebiasaan yang berbeda dari manusia backstage ini tapi kiranya menambah pengalaman dan keragaman kehidupan khususnya karena saya menyukai musik dengan segala aktivitas yang mengiringinya.
(Raldi A. Koestoer 18/09/06).
****************************************************
Kalau tertarik utk dapat ebook ttg pangan: http://www.ebookpangan.com/?ref=koestoer
Bisa dapat gratis ebook AGROINDUSTRI
*********************************************************

categories Published under: Combiphar, Dokter, Estrogen, Ikhramsyah, Romeo's cafe, SCBD, Sarlito, jazz, osteoporosis, rumba, swing, waltz


Leave a message or two

Name (required)

Email (required)

Website



XHTML: The following tags are allowed:

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Please leave a comment








  • Categories

  • Tags

  • Archives