Raldi A. Koestoer | Recently... | Elsewhere | Search | Login |

This is the area where you can put a text about yourself or your blog. You can change the colours and the layout as you like, but please keep the footer link the way the way it is so that other can find the way back to me. Thanks for using this theme, I really appreciate it. This theme is released under those Creative Commons terms of use. And now ENJOY and get blogging!

continue reading this article






fancy

Ada Band di Balik Toga

23 11 2008

4
Ada Band di Balik Toga Sang Profesor Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Ditulis Oleh Warta Kota
Saturday, 15 November 2008
NGGAK semua masalah dalam hidup ini bisa diselesaikan secara linear. Di dalam kenyataan sehari-hari, 1+1 nggak selalu hasilnya 2. Itu bagaimana menjawabnya? Tentu perlu pendekatan lain.  Di situlah titik pentingnya melatih otak kanan kita, untuk menjangkau keluar batas,” ujar Profesor Dr Ir Triatno Yudhoharjoko, saat berbincang dengan Warta Kota, Minggu (2/11). Guru besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) bidang arsitektur perkotaan itu mengatakan, latihan otak kanan itu penting agar hidup tak menjadi kering. Apalagi mereka yang bergerak di bidang kreatif, seperti para arsitek dan desainer.
”Itu makanya saya main musik. Selain emang sudah hobi dari sejak SMP, main musik bikin saya jadi anak-anak lagi, berpikir lepas,” ujar pria yang akrab disapa Prof Gotty itu.
Mantan Kepala Departemen Arsitektur FTUI itu tak sendirian. Sejumlah dosen dan guru besar di UI ternyata juga punya pandangan serupa. Tak mau tanggung-tanggung, mereka lantas membentuk band yang kemudian dikenal dengan sebutan The Professor Band.
Profesor Dr Sarlito Wirawan (guru besar Fakultas Psikologi UI) dan Profesor Dr Ronny Nitibaskara (kriminolog dan guru besar UI) merupakan awak band itu. Ada juga Profesor Dr Paulus Wirotomo (sosiolog UI) dan Profesor Dr Ir Budi Susilo Supandji (FTUI).
Menurut Profesor Budisus, sapaan akrab Budi Susilo yang guru besar teknik sipil bidang geotechnical engineering itu, main band membantunya membumikan diri. Pasalnya, disiplin ilmu yang dipelajarinya selama ini termasuk kategori hard science dan sangat mengandalkan hitungan eksak.
”Itu bisa diterapkan ke bangunan dan benda-benda. Tapi, jika berurusan dengan manusia, mana bisa kaku-kaku begitu,” ujar Dekan FTUI periode 2000-2004 itu.
Maka bermusiklah para ilmuwan UI itu. Sebagian dari mereka ada yang memang sudah punya bakat sejak muda, seperti Prof Gotty, yang sekeluarganya juga gemar bermain musik. Akan tetapi, sebagian lain ada juga yang baru belajar  menguasai alat musik.
”Saya baru belajar niup saksofon tiga tahun ini. Susah ternyata, terutama ngatur biar nggak kehabisan napas,” ujar Prof Budisus.
Mengikuti prinsip fleksibiltas dalam bermusik, komunitas para guru besar yang  hobi main band  itu pun tak eksklusif. Anggotanya datang silih berganti dan tak jarang mahasiswa dan pemain band profesional pun kerap diajak nimbrung.
Kegiatannya pun tak terpatok waktu, on and off, disesuaikan dengan jadwal mengajar yang padat.  Tak ada waktu atau tempat latihan khusus bagi band para profesor itu. Kecuali bakal manggung di event besar, barulah berkumpul di studio musik untuk latihan bersama.
”Jelek-jelek gini, kami sudah dua kali tampil di Java Jazz dan dua kali di Jak Jazz. Tapi, tahun ini nggak boleh lagi,” ujar Prof Gotty.
Sebagai pelepas rindu, para profesor itu pun tampil di acara-acara kampus UI, seperti Jazz to Campus, Dies Natalis UI, atau Home Coming Day. Contohnya, Minggu (2/11) lalu, para profesor itu manggung di acara Temu Akbar FTUI di kampus Depok.
Menyaksikan penampilan para profesor di panggung, tak ada yang menyangka mereka bergelar guru besar yang seram-seram. Prof Raldy Artono Koestoer tampil dengan jeans dan polo shirt bergaris biru muda-putih, ramah menyapa audiens dengan flute di tangan. Di sisinya, Prof Budisus, menebar senyum seraya mencangklong saxophone.
Prof Bangsugi tampil santai dengan paduan jeans dan kemeja sewarna berlapis kaus T. Sedangkan Prof Gotty berdiri di belakang, tekun menyesuaikan nada gitarnya. Penampilannya sudah mirip pemusik sungguhan, rambut gondrong sebatas leher yang sudah memutih semua,  ditutup topi hitam dan kacamata penahan matahari ukuran besar.
Prof Sarlito tak mau kalah. Biarpun bukan dari FTUI, dia tampil menawan dengan saksofon dan menyanyikan sebuah lagu. Saking asyiknya, Prof Raldy yang terkenal paling kalem, tak sungkan menggoyang pinggulnya bak penyanyi asal Amerika Latin, Ricky Martin. Yuhuuu!
Lima lagu meluncur mulus. Dua lagu jazz swing berjudul Danny Boy dan Too Young pesanan khusus Prof Budisus. Tiga lagu lainnya, ciptaan sendiri. Hasil kolaborasi Prof Raldy dan Prof Bangsugi.
”Nggak nyangka kan, apa yang ada di balik toga para profesor itu?” ujar Prof Bangsugi. Sip! Tinggal masuk dapur rekaman, Prof! (Ika Chandra Viyata Karti)

25Nov08, ini ada sedikit ilustrasi video Prof Gotty. Hanya sayang sound and image video tidak cocok. Masih ada masalah editing. Tapi lumayan buat sekedar penampilan, besok2 kalo sempat akan diedit lagi.

Editing 27Nov08… Nah ini sedikit lumayan. Lebih match antara suara dan gambar, walau pixelnya lebih rendah.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=3ba1j2uIWMw]


categories Published under: Band, Band FTUI, Guitar, Jakjazz, Java-Jazz, Musik, Pendidikan, guru besar, jazz, music play, otak kanan
Tags:


Leave a message or two

This post was written on the Sunday, November 23rd, 2008 at 10:15 pm and categorized under Band, Band FTUI, Guitar, Jakjazz, Java-Jazz, Musik, Pendidikan, guru besar, jazz, music play, otak kanan. You can follow the ongoing discussion by subscribing to the RSS 2.0. You can leave a reply, or Trackback.


4 comments so far



  1. lina wrote on 24. November 2008 at 10:30 am o'clock                  

    Waduh…. Ricky Martin…..?
    Nggak salah tuh? Pantas aja pulang ke rumah langsung takluk… Pangkal paha sakit, jangan2 gara-gara goyang ala Ricky Martin itu

  2. Nanta M'80 wrote on 15. December 2008 at 3:43 pm o'clock                  

    Gak koq bu Lina, malah bener banget tuh! Pak Raldi di tampilan acara Reuni Akbar FTUI 02/11/08 emang hampir identik dengan Ricky Martin!! Malah ‘Raldi Martin’ ini lebih heboh, karena beliau bener nandak! (gambarannya begini nih : tangan kiri pegang flute, kaki kanan setengah dilipat & diangkat, trus badan diputar 360 derajat dengan berporos pada kaki kirinya!)Hebring ‘kan? Gerakan koreo Ricky Martin pun gak ada yg ‘nandak’ spt itu loh. Tapi justru dengan koreo nandak “Raldi Martin” itulah yg bikin tampilan DeProfTek jadi heboh! Sampe2 saya yg main bass nya pun jadi ikut2 kebawa goyang2in badan & bass yg biasanya jarang/ gak pernah saya lakukan! Beneran loh! Asyik abiiizz!

  3. Bretzko wrote on 15. December 2008 at 4:23 pm o'clock                  

    Ammmppyuuuunn…

    dinobatkan jadi Raldi Martin…

    Gak sala tuh..

  4. MAURICE wrote on 09. September 2010 at 12:09 pm o'clock                  


    CheapTabletsOnline.Com. Canadian Health&Care.Best quality drugs.Special Internet Prices.No prescription online pharmacy. No prescription drugs. Buy drugs online

    Buy:Zyban.Prednisolone.Retin-A.Accutane.Synthroid.Actos.Human Growth Hormone.Arimidex.Petcam (Metacam) Oral Suspension.Prevacid.Valtrex.Mega Hoodia.Zovirax.100% Pure Okinawan Coral Calcium.Nexium.Lumigan….

Name (required)

Email (required)

Website



XHTML: The following tags are allowed:

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Please leave a comment








  • Categories

  • Tags

  • Archives