Raldi A. Koestoer | Recently... | Elsewhere | Search | Login |

This is the area where you can put a text about yourself or your blog. You can change the colours and the layout as you like, but please keep the footer link the way the way it is so that other can find the way back to me. Thanks for using this theme, I really appreciate it. This theme is released under those Creative Commons terms of use. And now ENJOY and get blogging!

continue reading this article






fancy

Maryamah Karpov

1 12 2008

18

03 Des 08, resensi Maryamah Karpov hilang entah kemana. So sorry for this inconvenient. Sedang diusahakan lagi. Mohon tunggu.

—-> Nah ini dia udah ketemu…

Maryamah Karpov Nov 30, ‘08 6:32 PM.- Oleh Harlina Alwi.-
for everyone
Category: Books
Genre: Literature & Fiction
Author: Andrea Hirata

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=mnkBVIE4XqE]

Maryamah Karpov, bisa jadi merupakan buku yang paling ditunggu penerbitannya di Indonesia selama tahun 2008.

Sihir buku Laskar Pelangi telah membius para pecinta buku Indonesia. Tidak heran, filmnya, yang merupakan kolaborasi antara Riri Reza dan Mira Lesmana serta menampilkan anak-anak asli Belitong sebagai pemain, mampu meraup jumlah penonton lebih dari 4 juta orang. Mengalahkan film Ayat-ayat Cinta yang sangat digandrungi remaja.

Maryamah Karpov merupakan buku pamungkas dari tertalogi karangan Andrea Hirata yang terdiri dari Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan tentu Maryamah Karpov yang diterbitkan dengan tag line Mimpi-mimpi Lintang.

Masih bercerita tentang tentang kehidupan Ikal, alur cerita dalam Maryamah Karpov tersusun dari mozaik – mozaik perjalanan hidup Ikal, setelah menyelesaikan studynya di Eropa, lalu kembali ke kampungnya di Belitong sebelum bekerja dan meniti karier.

Mozaik pertama, mungkin dipersembahkan kepada bapaknya. Orang yang sangat dicintainya. Mozaik ini merupakan satu penggalan yang sangat mengharukan yang menjadi tonggak Ikal dalam melepaskan diri dari kemiskinan.

Cerita kemudian melompat pada penggalan hidupnya di hari-hari terakhirnya di Eropa, menjelang ujian thesis master telekomunikasi. Keberuntungannya dalam “menaklukkan” hati La Plagia dosen penguji yang “kejam” atau lebih tepat pengaruh dan kebaikan hati dosen pembimbingnya Hopkins Turnbull sehingga La Plagia yang semula siap membantainya lalu berubah dengan demikian mudah menerima thesis yang diajukannya.

Usai menyelesaikan ujian, Ikal mengunjungi beberapa kota di Eropa yang memberikan kesan mendalam baginya dan salah satunya tentu Edensor. Desa kecil di Inggris yang menjadi obsesinya sejak dia menerima buku kecil dari A Ling kekasih masa remajanya yang hilang tak tentu rimbanya.

Perjalanan kembali ke Indonesia tepatnya ke kampung halamannya diwarnai dengan kengerian saat harus menuruni tali-temali setinggi 30 meter, di tengah perairan Laut Cina Selatan karena kapal yang membawanya ke Belitong tidak dapat merapat ke dermaga.

Kembali ke Belitong, setelah memberikan kebanggaan kepada bapaknya melalui seragamnya sebagai doorman di Paris, Ikal kembali ke dalam rutinitas kehidupan Melayu kampung yang menurutnya sarat dengan “pembualan dan taruhan.

Obsesi mencari A Ling ternyata juga tidak pernah lekang dari ingatan, apalagi setelah penduduk kampungnya menemukan mayat-mayat bertato kupu-kupu hitam di lengan. Tato mana, pernah dilihatnya juga di lengan A Ling.

Keinginannya untuk menemukan A Ling dilakukannya dengan usaha yang sangat keras yaitu dengan membuat perahu kayu snediri yang sempat menjadi bahan taruhan orang sekampung. Berkat bantuan Lintang sang jenius yang dijulukinya Isaac Newton, Ikal akhirnya berhasil membuat perhau yang kemudian dinamakan Mimpi-mimpi Lintang.

Apakah Ikal berhasil menemukan A Ling dan bagaimana kelanjutan kisah cintanya? Ada baiknya para penyuka karya Andrea Hirata membeli dan membacanya.

****

Menurut saya, buku Maryamah Karpov menjadi antiklimaks. Tidak kita temu lagi episode-episode yang mampu membawa pembaca tertawa, tersenyum atau tanpa sadar menitikkan airmata seperti dalam karya Andrea sebelumnya, kecuali mungkin pada mozaik pertama yang menceritakan tentang kegagalan sang Bapak memperoleh rapel kenaikan pangkat serta saat Mahar yang kesal mendengar rencana Ikal menyumpah serapahinya, lalu dia bersuit memanggil burung elang yang seketika menyerang Ikal hingga dia lari tunggang langgang.

Buku ini juga tidak menggambarkan relevansi judul dengan isinya. Sama sekali tidak ada episode atau mozaik yang menceritakan tentang siapa, apa dan mengapa aja julukan Maryamah Karpov atau mungkin, saya kurang teliti membacanya.

Kalau tidak salah, hampir 2 tahun yang lalu, bersamaan dengan beredarnya Edensor, saya sempat melihat buku Maryamah Karpov dengan cover yang sama namun lebih tipis, di Gramedia PIM I. Sayang saat itu, suami saya melarang membelinya, karena saat itu saya memang belum tertarik membaca Laskar Pelangi. Entah kenapa, 1 bulan kemudian saat saya kembali ke Gramedia untuk membelinya, buku Maryamah Karpov sudah tidak ditemukan lagi.

Konon, Andrea pernah menyampaikan bahwa Maryamah Karpov didedikasikan kepada kaum perempuan dan menceritakan perjuangan perempuan-perempuan perkasa. DAN ……. kisah itu tidak ditemukan dalam Maryamah Karpov (yang menurut saya) versi baru.
.
Tapi dengan kekurangannya Maryamah Karpov cukup menjadi hiburan di akhir pekan. Nggak ada salahnya kita mencintai buku hasil karya anak negeri
(reedit 5 Desember 2008)

Tags: edensor, maryamah karpov, belitong, sang pemimpi, andrea hirata, tetralogi
***

Edited Raldi A. Koestoer.-

Sedikit tambahan dari saya sehubungan dengan tetralogi Lasykar Pelangi yang menjadi tophit di berita media baik buku maupun filmnya.

Alkisah pada suatu hari seorang pemuda keriting membaca buku Lasykar Pelangi, emosi terbawa turun naik kadang tawa kadang tangis… ‘Ini buku luarbiasa…’ dengusnya dalam hati. Tak putus 1-2 hari itu juga dihabiskan waktunya dengan membaca karangan Andrea Hirata. Kelar mbaca dia samperin teman-teman sesama anggota group band, ” Guyz…Kita musti bikin theme-song lagu dari Lasykar Pelangi ini kalo nanti dibuat film “. Tapi teman-temannya cuman ndengus aja ” Hah… buku apaan ? ”

Yang lain nimpalin ” Dah sinting kali lo…”, sambil tak acuh dan buang muka. ” Bener guyz… harus !”. Tegas si keriting lagi.

Itulah Si Giring pemimpin dan leadvocal dari band anak muda yang sudah sangat terkenal NIDJI. Dan suatu hari… kring…kring… datanglah panggilan telpon dari Mira Lesmana yang mengajak Giring untuk membuat themesong dari film Lasykar Pelangi. Tentu saja tak usah diminta dua x, Giring langsung Okay.-

Mari kita simak dengar karya anak muda ini dalam lagu Lasykar Pelangi.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=FwlKSKdsLG4]

- Hai pemuda… bawalah aku serta bersama mimpi-mimpi indahmu…

(Ral 01Des08).-

categories Published under: Andrea Hirata, Buku, kehidupan
Tags:


Leave a message or two

This post was written on the Monday, December 1st, 2008 at 7:18 am and categorized under Andrea Hirata, Buku, kehidupan. You can follow the ongoing discussion by subscribing to the RSS 2.0. You can leave a reply, or Trackback.


18 comments so far



  1. weib wrote on 02. December 2008 at 11:33 am o'clock                  

    “Perjalanan kembali ke Indonesia tepatnya ke kampung halamannya diwarnai dengan kengerian saat harus menuruni tali-temali setinggi 30 meter, di tengah samudera karena kapal yang membawanya ke Belitong tidak dapat merapat ke dermaga.”

    klo yang itu sih sampe skrg juga masih..bukan tali temali kok…tapi pake tangga…dibawahnya memang ada tali temali untuk mencegah kemungkinan terburuk..he he he….

    memang benar jika kapal tidak merapat ke dermaga tapi bukan ditengah samudra tuuh…yang benar itu diperairan dangkal…karena saking dangkalnya kapal tidak bisa merapat..dan juga pelabuhannya kecil…jadi tak bisa kapal besar milik pelni untuk merapat..

  2. saya wrote on 02. December 2008 at 1:53 pm o'clock                  

    menulis sebuah resensi dr sebuah buku adlh tdk gampang lo, sy terkesan apa yg dilakukan o bu Harlina… bagus, ketajaman analisis yg diuraikan bgt pas, utamanya ttg mozaik khidupan yg trjadi, dirangkai dlm sbh kalimat yg singkat namun jelas…

    salam bu…

  3. indri wrote on 02. December 2008 at 11:30 pm o'clock                  

    gak baca resensi ah, sebelum baca bukunya sendiri..
    ingin surprise..

  4. gedeblog wrote on 05. December 2008 at 8:22 pm o'clock                  
  5. iman wrote on 09. March 2009 at 9:34 am o'clock                  

    klo menurut saya, novel maryamah karpov tuch kurang mengena dihati, g’ seperti tiga novel sebelumnya, semangat si Ikal untuk bisa sukses juga tiba2 menghilang entah kemana, yang tertinggal dari kisah sebelumnya hanya tentang kisah cintanya. saya sendiri juga sempat merasa agak kecewa.

    Tentang maryamah Karpovnya juga hanya sedikit disinggung, tapi secara umum, novelmya tetap bagus koq :)

  6. ALAN wrote on 05. September 2010 at 8:52 pm o'clock                  


    CheapTabletsOnline.Com. Canadian Health&Care.Special Internet Prices.Best quality drugs.No prescription online pharmacy. High quality pills. Buy drugs online

    Buy:Lipothin.Wellbutrin SR.Benicar.Amoxicillin.Prozac.Nymphomax.Lipitor.Lasix.Cozaar.SleepWell.Aricept.Zocor.Ventolin.Zetia.Female Pink Viagra.Female Cialis.Advair.Acomplia.Seroquel.Buspar….

  7. LEE wrote on 06. September 2010 at 5:13 pm o'clock                  


    CheapTabletsOnline.com. Canadian Health&Care.No prescription online pharmacy.Best quality drugs.Special Internet Prices. Low price pills. Buy drugs online

    Buy:Ventolin.Aricept.Benicar.Nymphomax.Amoxicillin.Zocor.Cozaar.Advair.Female Cialis.Buspar.Prozac.Zetia.Female Pink Viagra.Lipothin.Wellbutrin SR.Lipitor.Seroquel.SleepWell.Lasix.Acomplia….

  8. Anthony wrote on 27. August 2014 at 1:14 am o'clock                  

    stagecoach@imitate.bultmann” rel=”nofollow”>.…

    good….

  9. clifford wrote on 21. November 2014 at 10:25 am o'clock                  

    import@different.registry” rel=”nofollow”>.…

    ñïñ!!…

  10. leon wrote on 22. November 2014 at 4:34 am o'clock                  

    wells@effluents.manic” rel=”nofollow”>.…

    ñýíêñ çà èíôó….

  11. shane wrote on 07. December 2014 at 7:33 am o'clock                  

    prelude@stamp.busboy” rel=”nofollow”>.…

    good….

  12. Homer wrote on 12. December 2014 at 3:53 pm o'clock                  

    hearst@francesco.gascony” rel=”nofollow”>.…

    ñýíêñ çà èíôó….

  13. gabriel wrote on 25. January 2015 at 4:54 pm o'clock                  

    catinari@chiefly.extravaganzas” rel=”nofollow”>.…

    tnx for info!!…

  14. willie wrote on 29. January 2015 at 5:33 pm o'clock                  

    littlepage@gortons.elected” rel=”nofollow”>.…

    thank you….

  15. Albert wrote on 03. February 2015 at 9:43 pm o'clock                  

    kerrs@urgings.fridays” rel=”nofollow”>.…

    tnx for info….

  16. leslie wrote on 07. February 2015 at 7:56 pm o'clock                  

    lend@jeweled.thelmas” rel=”nofollow”>.…

    ñïàñèáî çà èíôó….

  17. steven wrote on 07. February 2015 at 8:25 pm o'clock                  

    euphemism@poitrines.midshipmen” rel=”nofollow”>.…

    thanks for information….

  18. Daniel wrote on 07. February 2015 at 8:55 pm o'clock                  

    commemorating@parochial.washboard” rel=”nofollow”>.…

    ñïñ!!…

Name (required)

Email (required)

Website



XHTML: The following tags are allowed:

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Please leave a comment








  • Categories

  • Tags

  • Archives