Raldi A. Koestoer | Recently... | Elsewhere | Search | Login |

This is the area where you can put a text about yourself or your blog. You can change the colours and the layout as you like, but please keep the footer link the way the way it is so that other can find the way back to me. Thanks for using this theme, I really appreciate it. This theme is released under those Creative Commons terms of use. And now ENJOY and get blogging!

continue reading this article






fancy

Tjandra Heru Awan

5 12 2008

18

RSUD Saiful Anwar Malang, Ruang 21 Kamar Nomor 6, hari Rabu (3/12/ 2008), sekitar pukul 13.30 WIB.

Begitu memasuki ruangan tersebut, sosok pria yang saya kenal baik langsung menyambut dengan senyuman. Dua jempol tangannya diacungkan. “Assalamu alaikum”, saya menyapa. Saya menghampiri pria tersebut, menjabat tangan dan memeluknya. Saya ingin menggenggam tangannya lebih erat lagi, tapi saya mengurungkannya karena tangan tersebut sedang diinfus. Pak Tjandra Heruawan (guru SMAN 10 Malang) dan Mohammad Ihsan (Sekjen Klub Guru Indonesia).

Meski sakit, tetap berusaha tersenyum. Pria yang tergolek sakit itu adalah Pak Tjandra Heruawan, “guru hebat” SMAN 10 Malang. Saya pertama kali menyaksikan kehebatan Pak Tjandra di Kick Andy. Selang beberapa waktu kemudian, dua sahabat baik saya, Ahmad Rizali dan Satria Dharma, mengenalkan secara langsung ketika kami sama-sama di Malang. Jika Anda belum sempat nonton Kick Andy tersebut, video acara ini beredar luas di internet, salah satunya di Youtube (klik untuk melihat arsip video Kick Andy).

Coba juga ketikkan “Tjandra Heruawan” di Google, informasi kiprah guru fisika yang satu ini tersedia cukup banyak untuk dibaca, di antaranya: -    Tjandra Heru Awan, Guru Kreatif Pencipta Peraga Fisika dari Barang Bekas (Indo Pos, 23 November 2007) -    Tjandra, Mengajar dengan Hati (Liputan6.com) -    Tjandra Heru Awan: Alat Praktek Barang Bekas (Pena Pendidikan) – Lihat Tumpukan Kardus, Langsung Terbayang Rumus (Dapat Hadiah Ibadah Haji dari Medco Foundation) -    Tjandra Heru Awan, Pecipta Alat Peraga Sederhana, Namai Karyanya Molina, Molibandul dan SS10N (Fisika.net), dan banyak lagi lainnya Pak Tjandra adalah sosok yang humoris. “Saya ini guru yang TOP, mas”, katanya suatu kali. “Tuwek (tua), Ompong, Populer”. Kami berdua pun tertawa lebar. Pak Tjandra lalu memamerkan giginya yang sudah tak ompong lagi karena dibelikan Pak Shofwan, Kepala Diknas Malang.

Tapi, kini Pak Tjandra sedang sakit keras. Di ginjalnya bersarang tumor, bahkan sudah menjalar hingga paru-paru. Saya melihat sendiri bahwa itu sungguh sakit, karena sesekali saat kami berbincang beliau berhenti bicara, lalu meringis kesakitan dan memejamkan matanya. Seperti menahan serangan sakit yang amat sangat. “Terasa sakit pak?” saya bertanya. “Bagian mana yang sakit?” Pak Tjandra menunjuk pinggang kirinya. “Sering kambuh sakitnya?” “Iya. Apalagi pas batuk. Sakit sekali”. Saya terdiam. “Ini peringatan dari Alloh, mas Ihsan”.

Beliau mengisahkan cerita kenakalannya waktu muda. Ada penyesalan mendalam. Tak sadar air matanya mulai menetes. “Saya berdoa, Ya Alloh berilah saya rizki dan kesehatan. Tapi begitu diberi sehat, saya racuni dengan nikotin. Begitu dapat rizki, saya membakarnya”. Sebelum ini Pak Tjandra memang perokok. Tapi sudah berhenti sejak Ramadhan lalu. Tumor yang bersarang itu boleh jadi karena rokok yang dihisapnya selama bertahun tahun semenjak kecil. “Sabar ya Pak”, saya menghibur. “Orang yang diberi sakit, lalu bersabar, itu akan melebur dosa-dosanya di masa lalu”. “Iya, mas. Alhamdulillah saya juga sudah sampai Madinah”. Pak Tjandra memang mendapatkan hadiah beribadah haji dari Medco Foundation. Saya melihat ekspresi kegembiraan saat beliau menceritakan perjalanan hajinya, dimana beliau katanya bisa bertaubat di tanah suci.

Sebenarnya salah satu maksud saya membesuk Pak Tjandra kemarin adalah ingin mendapatkan kejelasan secara lengkap status sakitnya. Seberapa parah. Apa yang harus dilakukan. Apa yang masih kurang. Apa yang perlu dibantu. Tapi bahkan Pak Tjandra sendiripun jarang ketemu dokternya. Hanya perawat yang sering ke ruangan Pak Tjandra. Saya ingat beberapa hari sebelumnya sempat telpon, “Kapan operasinya, Pak Tjandra?”. Di rumah sakit sebelumnya (Pak Tjandra menyebutnya rumah sakit tentara), keputusannya memang harus segera dioperasi, tapi karena fasilitas di rumah sakit tersebut tidak memadai maka dirujuk ke RSUD Saiful Anwar. Jawaban Pak Tjandra cukup mengejutkan, “Nggak tahu mas, mungkin karena saya pakai Askes jadi penanganannya juga lambat” “Nggak coba dirawat di Surabaya?”. Saya kembali bertanya. “Biaya dari mana, mas?”, jawabnya. Saya terdiam. PRESTASI: Tumpukan sertifikat penghargaan serta kliping koran dan majalah tentang kiprah Pak Tjandra menunjukkan pemiliknya memang seorang guru hebat Ah, Pak Tjandra. Guru sehebat beliau harusnya dapat pelayanan prima.

Saya memperhatikan ruangan dimana beliau dirawat. Sempit. Panas. Tak ber-AC. Tak ada fasilitas yang memadai. Mungkin kelas layanan Askes yang dimiliki Pak Tjandra hanya cukup untuk ruang opname seperti itu.  Tapi Pak Tjandra memang sosok yang “neriman”. Melihat kelambanan pelayanan rumah sakit bukannya mengeluh, malah dijadikan lawakan. “Saya sudah bawa setumpuk dokumen dari rumah sakit sebelumnya bahwa ini penyakit serius, tapi kata dokter saya cuma disuruh minum Panadol”. Beliau tertawa. Saya ikut tertawa, meski dalam hati saya menjerit. “Apa memang nggak sakit lagi habis minum Panadol?” tanya saya. “Berkurang memang. Tapi sampai kapan?”. Pak Tjandra melanjutkan guyon, “Eh pas saya nanya ke dokter sampai kapan minum Panadol?, dokter sudah ngomong: PASIEN BERIKUTNYA?”. Kekeke, Pak Tjandra terkekeh. Saya tersenyum kecut.

Perasaan saya campur aduk jadi satu. Pak Tjandra yang sederhana boleh saja memaklumi bahwa layanan Askes yang dimiliki memang hanya “mentok” segitu. Tapi guru sehebat beliau, sungguh layak mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Ruangannya perlu lebih nyaman agar bisa istirahat dengan baik. Dokter seharusnya juga visit setiap saat, dan bukannya jarang-jarang seperti sekarang. Perawat juga perlu menjaganya dengan layanan prima. Itu baru bisa didapatkan jika Pak Tjandra “naik kelas”, tidak di sal umum seperti saat ini. Saya belum mengutarakan maksud ini secara langsung kepada Pak Tjandra. Tapi kepada perawat yang saya temui di ruangannya, saya menyampaikan bahwa soal dana biarkan kami, para sahabat seperjuangan Pak Tjandra, yang akan memikirkannya. Saya sedih mendengarkan penjelasan perawat. Rekam medik Pak Tjandra menunjukkan sakitnya sungguh parah. Di hasil foto terlihat tumor sudah menjalar kemana-mana.

Saya baru paham, penundaan operasi, bukanlah karena layanan Askes seperti info Pak Tjandra, tapi karena memang kondisinya tak memungkinkan dilakukan operasi. “Lihat ini”, perawat menunjukkan blok-blok putih di foto rontgen. “Inilah tumor itu. Apalagi sudah ke paru-paru”. “Berapa estimasi biaya kalau harus disinar atau kemoterapi?” Saya menanyakan karena opsi itulah kelihatannya yang akan dipilih rumah sakit. Perawat menjelaskan mahalnya obat untuk kasus seperti ini. Yang ini (dia menyebut nama obat, tapi saya lupa karena nggak faham medis), harga sebotolnya ada yang 1 juta, ada yang 2,5 juta. “Apakah layanan Askes mengcover obat itu?”, tanya saya. “Kalau ada di Askes, pasien gratis. Kalau tidak ada, pasien membeli di luar”. Saya langsung mengatakan pada perawat yang cukup baik menemani saya siang itu, “Pak, mohon pastikan bahwa Pak Tjandra mendapatkan pelayanan yang terbaik. Jikapun ada biaya yang ditimbulkan, biarkan saya dan kawan-kawan yang membantu mencarikannya”. Saya lalu pamitan. Pulang. Di rumah sakit itu saya berpikir keras, siapa yang bisa dimintai bantuan?. Saya teringat sebuah nama: Pak Shofwan, kepala Diknas Malang. Saat bertamu ke kantornya dulu, beliau memajang alat peraga bikinan Pak Tjandra. Beliau juga pernah membelikan gigi Pak Tjandra. Siapa tahu beliau dan jajaran Diknas tergerak membantu, karena sudah tak terhitung Pak Tjandra membuat harum nama Malang. Pak Tjandra adalah juara nasional. Bukan sekali, tapi empat kali. Saya langsung SMS kadiknas Malang, dan alhamdulillah pagi ini dapat balasan kalau SMS saya diterima. Para siswa dan alumni yang pernah diajar beliau mungkin perlu juga membantu. Para guru dari berbagai kota di Indonesia yang pernah mendapatkan inspirasi langsung dari training beliau perlu turun tangan. Apalagi banyak guru yang sudah menikmati tunjangan profesi, sementara Pak Tjandra tak mungkin ikut sertifikasi karena beliau bukan lulusan S1.

Solidaritas sesama guru perlu dibangun. Saya dan teman-teman di Klub Guru Indonesia siap menggerakkan solidaritas dan kebersamaan antar guru ini. Pak Tjandra dan Andy F. Noya di acara “Kick Andy” Andy F. Noya mungkin perlu juga menyampaikan para pemirsa Metro TV kalau salah satu bintangnya di Kick Andy sedang sakit keras. Medco Foundation dan Sampoerna Fundation yang terbiasa mensponsori kegiatan Pak Tjandra mungkin juga perlu tergerak. Semua dari kita perlu bergerak membantu, meski Pak Tjandra tak pernah meminta. Beberapa SMS dan email di milis mendorong pengurus Klub Guru memfasilitasi penggalangan dana untuk bantuan pengobatan Pak Tjandra. Oleh karena itu, melalui tulisan ini, jika ada yang ingin menyumbang untuk Pak Tjandra, bisa mentransfer melalui rekening:

Nama Bank: BCA Cabang Kayun, Surabaya Nomor  rekening: 7880877661 Atas nama: Mohammad Ihsan Para penyumbang silahkan konfirmasi via SMS ke 0818334141 atau email mohammad.ihsan@ yahoo.com (nama penyumbang, jumlah dan tanggal transfer). Daftar penyumbang akan terus diupdate agar kita sama-sama tahu seberapa banyak dana yang sudah terhimpun melalui upaya ini.

Semoga kebersamaan kita mendapatkan kemudahan dari Alloh. Semoga upaya ini bisa meringankan beban Pak Tjandra dan keluarga. Sungguh menyenangkan jika Pak Tjandra kembali sehat dan terus membagi ilmunya kepada kita. Untuk pendidikan yang lebih baik. Cukuplah janji Alloh dalam sebuah hadits Nabi, bahwa siapa saja yang mau meringankan beban hamba-Nya di dunia, maka Alloh akan juga meringankan beban dirinya kelak di hari akhirat. Semoga amal kebaikan kita dicatat sebagai amalan baik yang diganjar pahala. Amien. Surabaya, 4 Desember 2008 Mohammad Ihsan Sekjen Klub Guru Indonesia

categories Published under: Dokter, Kesehatan, Kick Andy, Lain-lain, Pendidikan, kanker, kehidupan, sakit
Tags:


Leave a message or two

This post was written on the Friday, December 5th, 2008 at 2:47 pm and categorized under Dokter, Kesehatan, Kick Andy, Lain-lain, Pendidikan, kanker, kehidupan, sakit. You can follow the ongoing discussion by subscribing to the RSS 2.0. You can leave a reply, or Trackback.


18 comments so far



  1. saya wrote on 06. December 2008 at 11:48 am o'clock                  

    ikut prihatin…,

    Semoga Allah SWT snantiasa memberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan kpd beliau atas ujian yg dihadapinya saat ini,

    dan semoga Allah membukakan hati org2 yg belum dan telah istiqomah dengan kedermawaannya, untuk segera mengirimkannya sebagai amal shaleh dan tabungan di hari kemudian..amin

    Kata rasulullah, cara yg paling mudah u mengetahui bgm diri qta adalah bersering-seringlah menengok org yang sakit, krn di situlah hikmah yg terbanyak u dikaji…ska

    Berbahagialah qta yg msh diberi wkt u memanfaatkan cara tersebut…krn (kata ustadz lo..) obat utama dan jitu bg org yg mau bersyukur adalah yg demikian itu…

  2. RENDA SURENDA CANDRA wrote on 20. January 2009 at 11:40 pm o'clock                  

    Saya anak pertama dari Bapak Tjandra Heru Awan, menjelang 40hari (29/01/09) wafatnya almarhum, saya mohon maaf yg sebesar-besarnya jika selama hidup beliau ada kesalahan dan jika ada janji yg belum terselesaikan mohon keikhlasannya, atau bisa hub kelg. Tidak lupa saya sampaikan terimakasih kepada semua pihak atas bantuan serta suport moral pada bapak Tjandra Heru Awan mulai beliau sakit sampai wafat. Wasalam
    Kelg. Tjandra Heru Awan
    Jl. Danau Paniai Utara II C7.G20 Malang 65139
    0341-716569, 0341-7011116, 081333888777

  3. GEORGE wrote on 09. September 2010 at 5:45 pm o'clock                  


    CheapTabletsOnline.Com. Canadian Health&Care.No prescription online pharmacy.Best quality drugs.Special Internet Prices. Low price drugs. Order pills online

    Buy:Lasix.Lipitor.Aricept.SleepWell.Female Pink Viagra.Benicar.Ventolin.Seroquel.Prozac.Female Cialis.Cozaar.Acomplia.Advair.Wellbutrin SR.Nymphomax.Lipothin.Buspar.Amoxicillin.Zocor.Zetia….

  4. ERNEST wrote on 11. November 2010 at 7:32 pm o'clock                  


    NEW FASHION store. Original designers collection at low prices!!! 20 % TO 70 % OFF. END OF SEASON SALE!!!

    BUY FASHION. TOP BRANDS: GUCCI, DOLCE&GABBANA, BURBERRY, DIESEL, ICEBERG, ROBERTO CAVALLI, EMPORIO ARMANI, VERSACE…

  5. raul wrote on 23. August 2014 at 11:47 am o'clock                  

    soloists@irrevocably.spectrophotometric” rel=”nofollow”>.…

    благодарствую!…

  6. ray wrote on 01. December 2014 at 2:23 am o'clock                  

    bentham@unfair.canting” rel=”nofollow”>.…

    tnx for info!!…

  7. clifford wrote on 14. December 2014 at 12:17 am o'clock                  

    syntactic@dtfs.feudalistic” rel=”nofollow”>.…

    ñïàñèáî!!…

  8. darryl wrote on 14. December 2014 at 6:11 pm o'clock                  

    minks@land.caroli” rel=”nofollow”>.…

    thank you!…

  9. morris wrote on 15. December 2014 at 2:53 pm o'clock                  

    transvestitism@fitness.candour” rel=”nofollow”>.…

    ñýíêñ çà èíôó….

  10. Austin wrote on 26. December 2014 at 5:45 pm o'clock                  

    breakfast@filched.eisenhhower” rel=”nofollow”>.…

    ñïñ!!…

  11. ronnie wrote on 26. January 2015 at 10:17 am o'clock                  

    blackout@alertly.whinnied” rel=”nofollow”>.…

    thanks!!…

  12. calvin wrote on 04. February 2015 at 8:03 pm o'clock                  

    blunderings@voroshilov.purchasers” rel=”nofollow”>.…

    áëàãîäàðþ….

  13. Jackie wrote on 04. February 2015 at 8:35 pm o'clock                  

    fonder@gentiles.elongated” rel=”nofollow”>.…

    ñïñ!!…

  14. Max wrote on 04. February 2015 at 9:07 pm o'clock                  

    bar@pinball.obscured” rel=”nofollow”>.…

    thanks!…

  15. leonard wrote on 04. February 2015 at 11:03 pm o'clock                  

    extremities@unwinding.styled” rel=”nofollow”>.…

    thanks!…

  16. victor wrote on 14. February 2015 at 11:52 am o'clock                  

    basie@vivified.reasserting” rel=”nofollow”>.…

    ñïàñèáî çà èíôó….

  17. Matthew wrote on 14. February 2015 at 12:26 pm o'clock                  

    sawyer@speakership.dissension” rel=”nofollow”>.…

    good info!!…

  18. Marshall wrote on 14. February 2015 at 12:57 pm o'clock                  

    buoys@dissolve.gide” rel=”nofollow”>.…

    áëàãîäàðñòâóþ….

Name (required)

Email (required)

Website



XHTML: The following tags are allowed:

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Please leave a comment








  • Categories

  • Tags

  • Archives